Pilihan untuk menyediakan ekskul keren ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh para murid. Jika dulu pilihan kegiatan tambahan hanya terbatas pada olahraga dan seni tradisional, kini siswa memiliki ruang untuk mendalami teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga manajemen media sosial. Di sini, siswa tidak hanya belajar cara menjadi populer, tetapi lebih ditekankan pada bagaimana membuat pesan yang bermanfaat dan memiliki nilai edukasi bagi audiensnya. Kehadiran ekskul ini menjadikan sekolah sebagai tempat yang sangat dinamis dan menyenangkan bagi para remaja.
Fungsi utama dari program ini adalah sebagai wadah kreativitas yang aman bagi siswa untuk mengeksplorasi ide-ide unik mereka. Di bawah bimbingan pembina yang juga praktisi di bidang komunikasi digital, para murid diajarkan cara menyusun skrip yang menarik, teknik pencahayaan sederhana, hingga cara berkomunikasi yang baik di depan kamera. Mereka didorong untuk mengangkat tema-tema positif seperti keseharian di sekolah, tutorial belajar, hingga kampanye anti-bullying. Dengan demikian, kreativitas mereka memiliki dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Lahirnya para kreator konten muda dari bangku sekolah menengah ini membawa warna baru bagi representasi remaja di internet. Mereka diajarkan tentang pentingnya hak cipta, etika digital, dan bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks. Pihak sekolah menekankan bahwa menjadi seorang influencer atau pembuat konten bukan hanya soal jumlah pengikut atau likes, melainkan soal tanggung jawab atas setiap konten yang dibagikan. Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi digital yang bijak dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi.
SMPN 88 Jakarta juga mendukung fasilitas pendukung seperti ruang studio mini yang dilengkapi dengan alat rekam dasar namun fungsional. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung bakat non-akademik siswa secara serius. Kolaborasi antar siswa juga terbangun kuat dalam ekskul ini; ada yang berperan sebagai sutradara, editor, penulis naskah, hingga pemain. Kerja sama tim ini melatih kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa depan, terutama di industri kreatif yang terus berkembang pesat.