Pemanfaatan limbah sampah daun gugur di halaman SMPN 88 Jakarta diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos bernutrisi menggunakan metode keranjang Takakura. Kegiatan pengolahan limbah organik ini menjadi sarana belajar ekologi praktis bagi para siswa untuk mengurangi volume sampah yang terbuang ke TPA. Di samping pemeliharaan lingkungan, para siswa juga dibekali keterampilan sosial melalui lokakarya pola komunikasi remaja digital guna mempererat kerja sama tim saat beraktivitas di lapangan.
Proses pembuatan kompos Takakura diawali dengan pencacahan daun kering agar ukurannya menjadi lebih kecil sehingga mempercepat proses pembusukan alami. Siswa mencampur cacahan daun dengan bekatul, mikroorganisme lokal, serta starter kompos matang di dalam keranjang khusus bernapas. Penggunaan keranjang berpori memastikan pasokan sirkulasi udara tetap terjaga tanpa menimbulkan bau busuk.
Para kader lingkungan memantau tingkat kelembapan dan suhu di dalam keranjang Takakura secara berkala setiap dua hari sekali. Pengadukan adonan kompos dilakukan agar proses dekomposisi berjalan merata di seluruh bagian bahan organik. Siswa belajar memahami aktivitas mikroba pengurai yang mengubah struktur sampah menjadi materi pupuk yang kaya unsur hara.
Setelah melalui masa pematangan selama beberapa minggu, kompos organik diayak untuk memisahkan bagian kasar yang belum terurai sempurna. Hasil akhir berupa pupuk kompos siap pakai dimanfaatkan kembali untuk memupuk tanaman hias dan pepohonan di taman sekolah. Penggunaan pupuk mandiri ini menghemat biaya perawatan taman sekaligus meniadakan pemakaian pemupukan kimia.
Dampak positif kegiatan pengolahan sampah daun dirasakan langsung melalui berkurangnya jumlah kantong sampah yang dibuang sekolah setiap harinya. Lingkungan sekolah menjadi terlihat bersih dan hijau dengan tanaman yang tumbuh subur berkat asupan nutrisi organik. Pemahaman pengolahan limbah ini turut diterapkan siswa pada lingkungan rumah mereka masing-masing.
Inovasi pengomposan metode Takakura terbukti efektif menjadi solusi penanganan limbah organik di area sekolah yang berlahan terbatas. Pembiasaan mengolah sampah sendiri mendidik siswa menjadi pribadi yang peduli akan kelestarian alam lingkungan sekitar. SMPN 88 Jakarta berkomitmen melanjutkan program ramah lingkungan ini secara berkelanjutan.
==================================================