Sebuah inisiatif yang menginspirasi lahir dari SMPN 88 Jakarta. Sekolah ini meluncurkan Proyek Kewirausahaan Remaja yang hasilnya didedikasikan untuk amal. Dana Hasil Jualan Siswa secara sukarela didonasikan untuk perbaikan sekolah di Sumatra yang rusak parah akibat bencana alam. Ini adalah kolaborasi unik antara bisnis dan kemanusiaan.
Proyek Kewirausahaan Remaja ini bertujuan ganda: memberikan siswa SMPN 88 pengalaman praktis dalam berbisnis, sekaligus menanamkan rasa solidaritas sosial. Siswa belajar mulai dari merencanakan produk, menghitung modal, memasarkan, hingga mengelola keuntungan yang mereka peroleh.
Dana Hasil Jualan ini dikumpulkan dari berbagai produk inovatif yang dibuat sendiri oleh siswa, mulai dari kerajinan tangan daur ulang hingga makanan ringan sehat. Mereka menunjukkan kreativitas tinggi dalam proyek ini, dengan motivasi utama bahwa setiap rupiah keuntungan akan membantu perbaikan sekolah di Sumatra.
Didonasikan untuk perbaikan sekolah adalah pilihan yang disepakati oleh seluruh siswa SMPN 88. Mereka ingin bantuan mereka memiliki dampak yang berkelanjutan dan dapat membantu anak-anak Sumatra untuk kembali belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Pendidikan adalah prioritas bersama.
Kewirausahaan remaja ini mengajarkan siswa bahwa bisnis yang sukses harus memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Mereka belajar bahwa keuntungan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi dapat menjadi alat untuk memberdayakan dan membantu sesama.
Proyek ini mendapat dukungan penuh dari komite sekolah dan orang tua. Mereka melihat bagaimana siswa menjadi lebih bertanggung jawab dan memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar nilai di rapor. Jualan mereka menjadi jembatan solidaritas lintas pulau.
Perbaikan sekolah di Sumatra yang dipilih adalah sekolah yang benar-benar membutuhkan dan berada di zona terpencil. SMPN 88 bekerja sama dengan lembaga amal terpercaya untuk memastikan bahwa dana yang mereka kumpulkan digunakan secara efisien dan transparan.
Siswa SMPN 88 membuktikan bahwa kewirausahaan dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Dana Hasil Jualan mereka tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan yang kuat antar pulau.